Tak Berkategori

Home As A #HelpfulPlace (ACE Writing Project)

Kegiatanku sebagai freelancer penulis lepas membuatku diharuskan betah berlama-lama di rumah. Rumah harus bisa membuatku nyaman dan memberikan energi sehingga aku tidak jenuh di rumah. Rumah sekaligus kantorku ini akan lebih baik jika selalu rapi dan bersih, karena dengan begitu aku akan lebih produktif mengerjakan berbagai hal.

Sudah setahun di rumah bersama adik-adik dan ayahku (ibuku wafat sekitar 3 tahun lalu), membuatku sadar ternyata rumah yang nyaman itu tidak bisa didapatkan tanpa usaha. Paling tidak harus dibersihkan setiap hari sehingga debu tidak menumpuk dan menjadi sumber berbagai penyakit. Apalagi dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi debu. Apalagi tinggal di kota dimana debu setiap hari berlomba-lomba memasuki rumah.

Aku masih ingat sewaktu pertama kali kembali ke rumah setelah 4 tahun lebih merantau untuk kuliah. Rumah tanpa sentuhan seorang ibu memang luar biasa. Luar biasa seperti kapal pecah 🙂 Aku bisa lihat debu setebal setengah cm menempel di bagian kusen jendela yang tidak pernah tersentuh kemoceng. Bahkan akhirnya jendela pun tidak pernah dibuka bertahun-tahun. Punya adik perempuan usia SMP pun tidak membantu karena belum mengerti pentingnya rumah yang bersih dan rapi.

Akhirnya aku sendiri lah yang harus merombak semua yang ada di rumah sehingga bisa terlihat sedikit lebih mirip dengan tempat tinggal. Aku bersihkan debu di jendela, untuk bisa dibuka setiap hari. Rumah ini, secara keseluruhan adalah rancangan almarhumah ibundaku. Setiap ruangannya diatur sehingga memiliki tempat cahaya masuk, terutama yang menghadap ke depan rumah. Cahaya yang kini bisa masuk ke dalam rumah setiap hari tanpa adanya debu di kusen jendelanya membuat rumahku menjadi #HelpfulPlace yang lebih terang dan lebih memberikan semangat untuk menulis.

Aku juga yang memutuskan untuk mengecat tembok yang sudah lebih dari 10 tahun belum dicat ulang. Seperti apa tembok yang 10 tahun belum dicat ulang? Sudah bercampur dengan jejak kotoran, bercak-bercak hitam, warnanya pudar di banyak tempat, dan tidak nyaman lagi dilihat. Seperti yang kubilang di awal, untuk mendapatkan kenyamanan ada usaha yang harus diberikan.

Karena bekerja sebagai freelancer waktunya sangat fleksibel, aku sendiri juga yang akhirnya mengecat rumah, dimulai dari kamarku dan kamar adikku. Aku yang seorang wanita ini saat itu sama sekali tidak paham bagaimana caranya mengecat (hey, aku wanita!), namun dengan mencoba akhirnya berhasil juga. Kelelahan karena mengecat terbayarkan dengan semangat baru karena rumah yang terlihat lebih nyaman. Bertambah lagi nilai rumah sebagai #HelpfulPlace tempatku berdiam setiap hari untuk bekerja menulis dan melakukan berbagai pekerjaan rumah.

Saat ini, walaupun menurutku sudah lebih baik, namun masih perlu usaha lebih untuk membuat rumahku lebih nyaman lagi. Masih ada achievement yang belum tercapai untuk membuat rumah lebih nyaman : merapikan bagian pekarangan kecil di depan rumah. Jadi sebetulnya rumahku ini dari dalam sudah oke, namun dari luar masih terlihat seperti rumah tak terurus. Hehehe. Alangkah senangnya jika bisa mendapatkan berbagai produk ACE Hardware untuk menata depan rumahku sehingga bisa lebih nyaman lagi sebagai #HelpfulPlace. Sering sekali aku mampir ke ACE Hardware dan menemukan berbagai barang unik yang rasanya membuat uang di dompet rela bertukar untuk membawa barang-barang tersebut pulang menjadikan rumah sebagai sebuah #HelpfulPlace.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s