Blog Competition

Gambut Indonesia : Kita yang Punya, Kita yang Jaga

Zamrud khatulistiwa merupakan negeri tropis dengan sejuta kekayaan hayatinya. Walau begitu, nampaknya kekayaan alam ini masih belum disadari sepenuhnya, diabaikan, bahkan disia-siakan oleh penduduk Indonesia.

Tentu masih hangat di ingatan, sekitar tahun 2015, terjadi kebakaran hutan dan lahan di tanah Sumatera yang menyebabkan udara tercemar asap tebal. Negeri tetangga protes asapnya mencapai tanah mereka, ribuan orang mengalami gangguan pernapasan, anak-anak tidak bisa berangkat ke sekolah. Belum lagi emisi gas rumah kaca yang meningkat pesat dan kerugian finansial yang harus ditanggung, paling tidak mencapai 220 triliun rupiah.

Dampak Kebakaran Hutan di Indonesia.jpg

(Dampak Kebakaran Hutan di Indonesia)

Jejak-Jejak Gambut di Tanah Indonesia

Kebakaran hutan ini tentu berkaitan erat dengan kelestarian tanah gambut di Indonesia. Sebagai bayangan, gambar di bawah ini menunjukkan seberapa banyak lahan gambut yang masih lestari hingga saat ini. Bagian yang berwarna hijau merupakan lahan yang masih terdapat gambut di atasnya, diriset oleh Global Forest Watch pada tahun 2012.

GAMBUT1

Dapat terlihat di peta gambut Indonesia tersebut bahwa di pulau Jawa dan Sulawesi sudah tidak ada lagi lahan hijau yang menunjukkan tanah gambut. Sementara di tanah Sumatera, paling banyak gambut terdapat di provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Di Pulau Kalimantan Sendiri, masih cukup banyak daerah hijau di sekitar Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, juga sedikit di Kalimantan Timur.

Walau begitu, jika dilihat-lihat sebetulnya jumlah tanah gambut yang optimal ini sudah jauh berkurang dari sebelumnya. Gambar selanjutnya menunjukkan kehilangan tutupan pohon selama tahun 2001-2015, masih dari sumber riset yang sama. Cukup luas, bukan, area kehilangan tutupan pohon karena penebangan untuk berbagai kepentingan ini?

gambut2

(Kehilangan Tutupan Pohon Selama tahun 2001-2015)

Walaupun begitu, tidak berarti tak ada usaha manusia untuk kembali melestarikan gambut. Setelah terjadinya kehilangan tutupan pohon tersebut, tentu saja terdapat usaha restorasi gambut, dengan cara penambahan tutupan pohon. Dari gambar berikutnya, dapat terlihat cukup luas pula usaha untuk penambahan tutupan pohon demi kualitas tanah gambut yang lebih baik.

gambut3.JPG

(Penambahan Tutupan Pohon Gambut)

Apa Sebetulnya Gambut Itu?

Sudah bicara panjang lebar tentang gambut, namun sebetulnya apakah yang disebut dengan gambut ini? Untuk lebih mengenal tentang gambut, video dari pantaugambut.id berikut bisa cukup membantu.

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa gambut (atau dalam bahasa Inggris disebut peat), merupakan material organik yang terdiri dari ranting dan daun pepohonan yang jatuh ke tanah dan akhirnya menumpuk menjadi lapisan gambut.

Bahan organik itu apa? Ciri utama dari bahan organik adalah mengandung sangat banyak atom karbon. Semakin lestari suatu hutan gambut, semakin banyak tumpukan karbon yang terbentuk dari bahan-bahan organik yang berjatuhan dari pohon, dan akhirnya membentuk semacam kubah gambut.

Di hutan gambut tersebut kelembapannya sangat tinggi. Apalagi sering terjadi hujan dan sinar matahari juga tidak bisa menembus dedaunan pohon yang lebat untuk menyentuh permukaan tanah gambut. Oleh karena itulah, tanah gambut tetap terjaga basah sepanjang tahun dan proses pembusukan bahan organik terhenti. Karbon tetap tersimpan di dalam tanah, dan mengikat air seperti spons yang mampu menyerap air.

Kita yang Punya, Kita yang Jaga

Lalu sepenting apakah menjaga lahan gambut agar tetap menutupi tanah-tanah di Indonesia? Tentunya, jika semakin banyak lahan gambut yang dipertahankan, akan semakin stabil pula iklim dunia. Apalagi Indonesia sendiri sebetulnya adalah rumah bagi lahan gambut tropis yang paling besar di dunia. Bisa dibilang, sebetulnya negeri ini merupakan harapan dunia untuk lahan gambut yang menyimpan paling tidak sepertiga dari cadangan karbon di dunia.

Saat ini, paling tidak terdapat lahan gambut seluas 14,9 juta hektar. Bayangkan luas pulau Jawa yang sedikit lebih besar untuk angka ini. Di dalam tanah gambut seluas 14,9 juta hektar ini, jumlah karbon pun cukup banyak, mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon. Sebanyak apa jumlah karbon ini? Paling tidak sama dengan karbon yang dilepaskan oleh emisi mobil pribadi selama satu tahun.

Pemerintah sendiri sebetulnya juga tidak main-main untuk tegas mengatur masalah restorasi gambut ini, apalagi setelah kecolongan terjadinya kebakaran hutan pada tahun 2015 lalu. Misalnya saja, sudah ada Peraturan Menteri yang mengatur tentang Pedoman Teknis Restorasi Fungsi Ekosistem, tepatnya Peraturan Menteri no.16/2017, yang menjelaskan ciri-ciri lahan gambut yang mengalami kerusakan.

Copy of Memetakan gambut.jpg

Selain itu, terdapat pula Peraturan Presiden no.1/2016 yang mengatur tentang Pembentukan Badan Restorasi Gambut. Terbukti pemerintah pun mendukung proses restorasi gambut di Indonesia. Paling tidak, diharapkan terdapat lahan gambut dengan luas sekitar 2 juta hektar yang akan direstorasi. Jumlah efek gas rumah kaca yang akan berkurang pun besar nilainya, mencapai 7,8 gigaton, atau kira-kira sama dengan gas rumah kaca yang diemisikan negara Amerika Serikat dalam satu tahun.

Demi Lahan Gambut yang Lestari

Di Indonesia sendiri, pelestarian gambut dilakukan dengan cara 3R, yaitu rewetting (pembasahan gambut), revegetasi (penanaman ulang), dan revitalisasi sumber mata pencaharian. Sebelum dilakukan 3R tersebut, ada pross pemetaan gambut dan penentuan detail restorasi. Selengkapnya ditampilkan dalam gambar berikut.

Memetakan gambut.jpg

Gambut memang mesti dipandang sebagai aset penyimpan cadangan karbon dunia, yang harusnya memang tertahan di dalam lahan gambut, alih-alih terlepas ke udara karena pembakaran hutan gambut atau adanya drainase yang meluruhkan tanah gambut ke aliran air. Demi kestabilan jumlah gambut di Indonesia, demi iklim yang stabil, dan demi keseimbangan alam, mari sama-sama pantau gambut!

#PantauGambut

Sumber :

  1. Restorasi Gambut di Indonesia (via. pantaugambut.id), diakses 20/07/2017
  2. Ada Apa dengan Gambut (via pantaugambut.id), diakses 20/07/2017
  3. Mengenal Lahan Gambut Lebih Jauh (via pantaugambut.id), diakses 20/07/2017
Advertisements
Blog Competition

Ramadhan Kala Itu di Jakarta

Setiap kali bulan Ramadhan tiba, selalu ada kesejukan yang tiba-tiba muncul. Lagi-lagi, bulan Ramadhan kali ini masih tetap sejuk. Kala itu bulan Juli. Walau menurut hitung-hitungan kalender, kali ini tiga puluh hari berpuasa jatuh di saat musim kemarau, namun tetap saja kesejukan itu terasa nyatanya.

Bulan ini musim kemarau, tapi ada saja hari-hari saat hujan turun membawa kedamaian. Dengan pengamatan yang tak perlu terlalu jeli, manusia yang sadar tahu selalu ada malam hari dengan hujan di tengahnya, terutama di sepuluh malam terakhir. Hujan gerimis, atau hujan dengan suara yang entah mengapa membuat jiwa damai.

Ramadhan kali ini, seperti sebelum-sebelumnya, setiap umat muslim kembali diberikan kesempatan untuk menyapa Tuhannya lebih dekat lagi. Satu hal yang menarik tentang puasa, ibadah ini sedikit berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Orang bisa lihat jika seseorang sedang menjalankan ibadah shalat, berzakat, ataupun naik haji. Namun puasa? Puasa adalah rahasia antara makhluk dan Tuhannya. Seseorang bisa saja mengaku sedang berpuasa di depan manusia lainnya. Yang tahu kebenarannya? Hanya Yang Maha Mengetahui apa-apa yang tersimpan di balik penglihatan manusia.

Memaknai Ramadhan adalah memaknai kecintaan pada Tuhan. Ketika ada rasa sedikit saja ingin mendekati Tuhan, Dia janjikan akan lebih dulu mendekat pada manusia melalui hidayah-hidayah yang diberikan-Nya.

Ada yang menarik pada Ramadhan kala itu di Jakarta. Umurku sudah hampir 3 windu. Mendatangi reuni-reuni kecil dengan teman saat sekolah dahulu, rasanya ada banyak hal yang bisa diserapi dalam kehidupan.

Untitled design (2).png

(Sumber gambar : http://siloka.com/keistimewaan-masjid-istiqlal-yang-tak-dipunyai-masjid-lain-2-tamat.html)

Berkah Ramadhan dari Reuni Sekolah Dasar

Ada temanku yang sudah menikah, membawa serta dua anaknya yang masih balita. Ada temanku yang dulu sewaktu memakai seragam merah putih bercita-cita menjadi guru, dan hingga kini impiannya itu masih ia pegang erat, jadilah ia seorang pengajar taman kanak-kanak. Setengah dari wanita yang datang sudah berhijab. Setengah lainnya masih dalam perjalanan menuju tahapan itu.

Memang benar bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya, tali-tali silaturahim kembali tersambung. Pembicaraan mengenai kenangan-kenangan sewaktu di bangku sekolah kini jadi manis diingat. Temanku si wanita baik hati itu dulu punya musuh bebuyutan yang selalu menggodanya dan membuat ia kesal. Tapi diingat-ingat lagi, kini semuanya jadi lucu dan membuat rindu.

Temanku si wanita paling populer di sekolah itu juga sudah berubah. Kini ia jadi seorang pengajar bahasa asing. Dahulu, sebab kepopulerannya, ia kerap bertengkar dengan sesama teman wanita yang juga populer. Apa semua wanita populer yang menarik selalu punya musuh wanita populer lainnya? Entahlah. Tapi toh nyatanya si wanita populer ini sudah lama memaafkan temanku wanita populer lainnya. Mungkin begitulah kerja waktu. Detik-detik lambat waktu menghapuskan titik-titik dengki di hati seseorang dan mengubahnya jadi cerita yang lucu dibahas kembali.

Untitled design (3).png

(Sumber gambar : https://tirto.id/masjid-at-tin-untuk-ibu-tien-ckFq)

Berkah Ramadhan dari Reuni SMP

Ah, temanku saat SMP tak banyak-banyak. Hanya dua yang paling sering bertemu, karena kami dahulu pulang ke arah yang sama dan menaiki angkutan umum dengan trayek yang sama. Temanku yang satu kini belajar (mengejar sarjana) sambil mengajar (di sekolah dekat rumahnya). Di sela-selanya, dia juga kerap berdagang bersama keluarganya. Temanku yang satu lagi bekerja di perusahaan finance.

Temanku sang wanita karir finance bercerita tentang kelakuan teman-temannya di kantor. Dekat dengan sebuah mall, membuat seringkali ia diajak untuk ngabuburit mengelilingi mall di siang hari saat istirahat. Temanku ini baru sekitar 1 bulan bekerja di kantornya itu. Merasa sebagai ‘anak kemarin sore’ yang harus menghormati ajakan teman-teman sekantor, pergilah ia ikut ngabuburit siang hari.

Tapi betapa kagetnya ia saat menyadari ternyata sekelompok karyawan kantor tempatnya bekerja tersebut ternyata sekaligus makan siang di mall samping kantor. Temanku kebingungan harus bagaimana. Untungnya ia masih kuat menahan puasanya sambil dikelilingi teman-teman yang makan dengan nikmatnya.

Lebih lucu lagi ketika temanku cerita bahwa temannya temanku malah berucap : “Ini kita nggak papa kan ya puasa setengah hari aja, nggak dosa kan?” Bayangkan saja ekspresi temanku. Kehabisan kata-kata dia. Temanku yang malang itu curhat, sambil berujar “Ya mereka habis balik ke kantor langsung segar, gue yang lemes keliling-keliling mall sambil nahan emosi. Besok-besok mau diem di kantor aja”.

Urusan puasa ternyata memang urusan pribadi manusia dengan Tuhan. Bukan cuma anak-anak yang sering diam-diam meneguk air sambil mengumpat, ternyata tingkah orang dewasa juga tak jauh berbeda. Bagaimanapun, anak-anak saja bisa merasa bersalah ketika membatalkan puasanya. Apa orang dewasa sudah kehilangan rasa bersalah di hadapan Tuhan? Tapi toh, mungkin saja mereka tetap merasa mendapatkan berkah Ramadhan, karena bagaimanapun, Tuhan Maha Penyayang.

Ceritaku untuk Ramadhan kemarin seperti ini saja. Menyambung-nyambung tali silaturahim, menggali-gali makna dari tiap cerita yang menghiasi tali silaturahim. Berkah Ramadhan buatku adalah masih mempunyai teman-teman yang bisa berbagi makna, masih memiliki keluarga yang bisa berkumpul bersama.

 

Blog Competition

7 Alasan Mengapa Setiap Pelaku Usaha Membutuhkan Website

Semakin mudahnya terhubung dengan orang lain di era informasi ini membuat setiap pelaku usaha juga semakin dimudahkan untuk memasarkan produknya. Hanya bermodalkan sebuah komputer, laptop, atau bahkan hanya smartphone, dari satu tempat yang memiliki jaringan internet, berbagai biaya dapat dipangkas demi kemajuan usaha.

Maraknya penggunaan media sosial juga mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mempromosikan bisnisnya. Coba ingat-ingat lagi, ketika membaca timeline di Facebook, melihat-lihat foto di Instagram, atau bahkan menelusuri timeline LINE, ada saja postingan-postingan yang ditujukan untuk membuat khalayak ramai mengetahui suatu produk bisnis.

Salah satu cara lainnya untuk mengembangkan bisnis UKM atau usaha bisnis online adalah dengan cara membuat website. Sebuah domain yang terdiri dari beberapa web page akan sangat membantu agar produk yang ditawarkan akan diketahui oleh banyak orang. Paling tidak, ada 7 manfaat jika pelaku usaha membuat website bagi brand-nya :

1. Terlihat Profesional dan Terpercaya

Semakin mudahnya membuat akun untuk berjualan, semakin banyak pula berbagai akun palsu yang memiliki tujuan keluar dari tujuan bisnis, bahkan bertujuan jahat demi menipu konsumen yang ingin bertransaksi.

website1

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/laptop-prezi-presentasi-3d-maket-2411303/)

Dengan membuat sebuah website, suatu usaha akan terlihat lebih profesional dan terpercaya. Memang ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan ketika ingin membeli domain website yang disesuaikan dengan nama brand, namun biaya tersebut relatif murah jika dibandingkan dengan keuntungan yang akan didapatkan nantinya.

Kebanyakan orang lebih percaya untuk berbelanja di toko online yang sudah memiliki website. Suatu website juga biasanya akan mencantumkan testimoni dari transaksi sebelumnya, sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen ketika memutuskan untuk membeli. Lihat saja berbagai contoh toko yang sudah dikenal orang, biasanya pasti sudah memiliki website. Ikuti jejak para profesional ini dengan membuat website juga bagi usaha yang dimiliki.

2. Lebih Banyak Orang Mengetahui Produk Usaha

Tidak semua orang memiliki akun Instagram, dan tidak semua orang pula setiap hari bisa online di media sosial. Ketika mencari sebuah barang untuk dibeli secara online, orang justru akan kesulitan mencarinya di berbagai media sosial.

Memang ada Instagram yang menyediakan hashtag sehingga konsumen akan lebih mudah untuk mencari suatu produk, misalnya dengan melakukan pencarian (search) dengan kata kunci #jualsepatu. Namun tentunya ada sangat banyak foto yang dapat dilihat oleh konsumen, dimulai dari yang diunggah baru-baru ini, hingga yang diunggah dalam waktu sangat lampau. Jika tidak rajin mengunggah postingan, lama-kelamaan pun akun usaha ‘tenggelam’ dengan postingan-postingan baru.

website2

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/gadis-texting-smartphone-mobile-925470/)

Adanya website membuat pencarian orang akan lebih terstruktur. Apalagi jika pelaku usaha memahami cara mengoptimasi website yang dimiliki, seperti dengan cara SEO pada artikel, backlink, pembuatan keyword yang mantap, dan sebagainya. Dengan memasukkan keyword tertentu ke mesin pencari, orang akan lebih mudah mencari produk yang diinginkannya. Jika telah berhasil mengoptimasi website dan membuat website milik usaha terpampang pada halaman pertama mesin pencari, tentunya lebih banyak lagi orang yang akan membuka halaman website dan akhirnya mengetahui produk yang dipromosikan, bahkan tertarik untuk membelinya.

3. Memudahkan Marketing Produk

Salah satu biaya terbesar yang dikeluarkan pala pelaku usaha adalah biaya marketing untuk memasarkan produknya. Bagi usaha kecil menengah, memang biaya ini relatif tidak terlalu besar, karena cakupan konsumen bisa dari tetangga, rekan kerja, atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekat.

website3

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/pemasaran-online-internet-marketing-1246457/)

Walau begitu, tentunya usaha akan lebih berkembang pesat jika lingkaran konsumen bertambah besar, hingga ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri. Untuk memperbesar lingkaran ini, tentunya ada biaya marketing yang diperlukan seperti memasang iklan di media cetak ataupun mengiklankan produk dengan berbagai cara.

Dengan adanya website, marketing produk akan lebih dimudahkan. Setiap orang dari berbagai belahan dunia dapat menemukan produk yang ditawarkan. Kini bukan lagi hanya orang yang tinggal di sekitar yang mengetahui usaha Anda, orang-orang yang tinggal di zona waktu berbeda pun dapat menemukan produk Anda kapanpun dan dimanapun.

4. Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Bagi sebuah usaha, tentunya pelanggan adalah raja. Tidak ada pelanggan, maka tidak ada kata keberhasilan dalam sebuah usaha. Adanya website akan membantu menjaga hubungan baik pemilik usaha dengan pelanggan yang sudah bertransaksi.

Lewat website yang dimiliki, pelaku usaha dapat dengan mudah mendistribusikan newsletter, menyimpan data kontak pelanggan seperti data e-mail, melakukan survei untuk mengembangkan usaha, serta terus memberikan berita terbaru mengenai produk yang dijual. Dengan adanya website pun, pelanggan akan dengan mudah mengontak pelaku usaha jika memerlukan tambahan informasi.

website4

(Sumber gambar : https://www.flickr.com/)

Jika hubungan dengan pelanggan terus terjaga baik, niscaya usaha yang dilakukan juga terus berkembang. Pelanggan tentunya akan merekomendasikan toko yang menurutnya berkualitas baik dan memiliki hubungan baik dengan para pelanggannya.

5. Toko Bisa Buka Hingga 24 Jam

Banyak dari pelaku usaha  yang menitipkan produknya di sebuah toko fisik yang berada di pusat keramaian. Memang lebih banyak orang yang akan melihatnya,namun tentunya toko yang secara fisik membutuhkan sewa tempat dan tenaga kerja tersebut tidak bisa buka 24 jam.

website5

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/piala-teknologi-memegang-bersantai-2218405/)

Berbeda halnya jika pelaku usaha membuat website yang menyajikan seluruh produknya, toko ini bisa buka dua puluh empat jam dalam sehari, sehingga kapanpun konsumen memiliki waktu untuk berbelanja, bahkan di pagi buta maupun malam hari, dapat langsung melakukan pesanan ke website yang ada. Tentu saja di hari libur pelaku usaha dapat memberikan pengumuman untuk libur sejenak dan akan menerima transaksi setelah toko buka kembali.

6. Lebih Nyaman dari Sisi Konsumen

Konsumen juga akan lebih dimudahkan jika suatu usaha sudah memiliki website, terutama dari segi waktu dan kenyamanan. Bayangkan saja, jika tidak memiliki sebuah website, paling-paling calon konsumen harus terlebih dahulu menghubungi pemilik usaha melalui direct message di sosial media, atau menghubungi langsung ke nomor pribadi pemilik usaha saat berminat terhadap produk usaha.

website6

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/istirahat-bisnis-orang-bisnis-2297835/)

Bagi orang yang suka mengobrol dan memiliki banyak waktu luang, mungkin hal ini biasa dan tidak merepotkan. Berbeda halnya jika konsumen adalah orang yang sibuk dan ingin segala sesuatunya dibuat lebih nyaman. Pelaku usaha yang memiliki website akan memudahkan konsumen yang tidak perlu lagi menyisihkan waktunya  untuk menghubungi pelaku usaha jika ingin membeli produknya.

Pelaku usaha tinggal memodifikasi websitenya sehingga calon pelanggan dapat langsung memesan barang yang diinginkannya secara otomatis, perhitungan harga dan ongkos kirim juga dilakukan secara otomatis, sehingga pelanggan dapat bertransaksi lebih cepat dan nyaman.

7. Meningkatkan Penjualan Produk

Manfaat terakhir yang paling penting dan alasan mengapa setiap pelaku usaha membutuhkan website adalah karena dengan begitu, penjualan dapat meningkat dengan cukup signifikan. Lebih banyaknya pengunjung website yang dapat mampir 24 jam dalam sehari, dari manapun dan kapanpun akan meningkatkan peluang terjualnya produk.

website7

(Sumber gambar : https://pixabay.com/id/e-commerce-keranjang-belanja-belanja-402822/)

Dapat ditemukan secara mudah di dunia maya dan dapat terlihat oleh semua orang di dunia karena website yang dimiliki tentunya akan dengan mudah meningkatkan profit dari penjualan, yang merupakan tujuan utama didirikannya sebuah usaha.

Demikianlah 7 alasan mengapa sebuah website sangat diperlukan bagi para pelaku usaha. Jadi tunggu apa lagi? Mulailah membuat website untuk usaha yang Anda miliki, dan dapatkan ketujuh keuntungan tersebut dari sekarang. Usaha yang baik adalah usaha yang terus-menerus berkembang, yang dapat dilakukan dengan mulai membuat website demi terciptanya kesuksesan di masa depan.

Blog Competition

7 Wisata Alam Sentul Dekat Apartemen Olympic Residence

Mencari hunian yang ramah lingkungan dengan fasilitas yang lengkap? Kini telah hadir Apartemen Olympic Residence Sentul. Apartemen di kawasan Sentul ini memiliki lokasi yang sangat strategis, bisa dibilang terletak pada area “Sunrise Property“, artinya lokasi tersebut sangat berpotensi untuk berkembang di tahun-tahun ke depan, sehingga sangat unggul sebagai produk investasi. Apartemen Olympic Residence Sentul tepatnya berdiri di Olympic CBD (Olympic Commercial and Business District), Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Keunggulan utama dari apartemen ini adalah dekatnya dengan ibukota maupun kota Bogor. Hanya menghabiskan waktu sekitar 10 menit, kota Bogor dapat dicapai. Begitu pula dengan kota Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu 20 menit.

Apartemen dengan menara kembar yang terdiri dari 19 lantai, dengan 363 unit di tower 1 dan 417 unit di tower 2 ini juga berjarak tak sampai 5 menit dari gerbang tol Sirkuit Sentul. Pusing dengan angka-angka ini? Simak saja gambaran Apartemen Olympic Residence Sentul dalam gambar di bawah ini.

19

Apartemen Olympic Residence Sentul juga dilengkapi dengan adanya Stasiun  LRT (Light Rail Transit dan fasilitas shuttle bus internal yang memungkinkan transportasi dengan sangat mudah dan nyaman.

Selain berbagai keunggulan tersebut, Apartemen Olympic Residence Sentul juga cukup strategis dari sisi rekreasi. Terbukti dengan cukup banyaknya lokasi wisata yang berada dekat dengan apartemen ini. Ingin tahu apa saja tempat wisata yang berada dekat dengan Apartemen Olympic Residence Sentul? Simak ulasannya.

1. Air Terjun Bidadari (18,3 km / 42 menit dari Apartemen ORS)

curug-bidadari-bogor

(Sumber gambar : http://www.nativeindonesia.com/curug-bidadari-sentul-paradise-park-bogor/)

Air terjun yang saking indahnya disebut dengan Air Terjun Bidadari ini tepatnya terletak di Desa Bojongkeneng, Sentul. Dari Apartemen Olympic Residence, Anda dapat menempuh perjalanan selama kurang lebih 42 menit, untuk mencapai air terjun atau curug yang berada di kawasan Sentul Paradise Park ini.

Nama Air Terjun Bidadari ini pun memiliki sejarahnya tersendiri. Awalnya, orang harus menempuh perjalanan tanpa kendaraan sejauh 2 km untuk mencapai curug yang terletak di perbukitan ini. Lama-kelamaan, untuk mempermudah akses menuju air terjun, dibuat jalan menuju lokasi. Setelah ada jalan pun masih ada kendala kedua, yaitu air terjun yang hanya terlihat sebagian karena tertutupi batu besar. Akhirnya batu besar tersebut dibelah agar air terjun dapat sepenuhnya deras mengalir dan terlihat dengan mudah. Oleh karena itulah jika dilihat dari jauh, air terjun seperti membelah batu besar tersebut.

Walau begitu, ada pula legenda menarik yang menyebutkan bahwa celah batuan besar tersebut dulunya kecil, dan merupakan tempat persis Jaka Tarub mengintip para bidadari yang sedang mandi. Dari legenda itu pula, masyarakat sekitar menamakan air terjun ini sebagai Air Terjun Bidadari.

 

air-terjun-bidadari

(Sumber : http://www.tempatwisatadibogor.net/2016/01/curug-bidadari.html)

Sampai saat ini, sudah dibangun waterpark di bawah air terjun yang luas lokasi wisatanya paling tidak 6000 meter persegi ini. Di sekeliling waterpark juga terlihat hamparan pasir putih yang dipindahkan langsung dari Pulau Bangka, sehingga terlihat menyerupai pantai dengan air terjun di belakangnya.

Datanglah mulai dari pukul 08.00 pagi untuk melihat keindahan air terjun sekaligus merasakan kesegaran airnya. Untuk masuk ke lokasi, diperlukan biaya tiket masuk sebesar Rp 30.000,- dan biaya parkir sebesar Rp 5.000,-.

2. Pasar Ah Poong (7 km / 15 menit dari Apartemen ORS)

Pasar-Ah-Poong

(Sumber : http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-sentul-yang-harus-dikunjungi/)

Jika di Lembang ada Floating Market, maka Sentul pun tidak ketinggalan dengan adanya Pasar Ah Poong yang berjarak hanya sekitar 7 km, atau 15 menit dari Apartemen Olympic Residence Sentul. Tempat wisata yang satu ini sangat cocok dikunjungi terutama bagi keluarga yang sudah memiliki anak.

Terdapat dua buah jembatan gantung yang merupakan akses menuju pasar apung ini. Jika berkesempatan mengunjunginya, siapkan sejumlah kocek untuk berwisara kuliner. Kuliner disini dijajakan dengan sangat unik, karena para pedagang menjajakan sajian kulinernya di atas perahu yang mengapung di atas Sungai Cikeas. Datanglah mulai dari jam 10 pagi ke Pasar Ah Poong.

Uniknya lagi, sistem pembayaran kuliner di Pasar Ah Poong ini cukup tertata rapi. Terlebih dahulu wisatawan harus mengisi saldo untuk mendapatkan kartu yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Sangat mirip dengan Floating Market Lembang, namun dengan jarak yang jauh lebih dekat dari Apartemen Olympic Residence Sentul.

 

3. Eco Art Park Sentul : Taman Batu dan Taman Patung (5,5 km/ 9 menit dari Apartemen ORS)

30-patung-transformer-eco-park.jpg

(Sumber : http://jakarta.panduanwisata.id/beyond-jakarta/serunya-rekreasi-edukatif-eco-art-park/)

Ya, disini para wisatawan dapat melihat langsung Optimus Prime berdiri dengan gagahnya di tengah taman. Di taman yang letaknya sekitar 5,5 km atau 9 menit saja dari Apartemen Olympuic Residence Sentul ini, Anda dapat melihat berbagai koleksi patung karya para seniman baik lokal maupun mancanegara. Salah satunya, tokoh dalam transformer di atas.

Taman ini tidak luas, hanya sekitar 500 meter persegi saja, namun menawarkan ruang terbuka hijau yang tentunya sangat menarik digunakan untuk relaksasi bersama keluarga. Tempat ini berada di sebelah Pasar Ah Poong, sehingga dangat memungkinkan untuk mengunjungi kedua tempat tersebut dalam satu waktu.

4. Hutan Pinus Gunung Pancar (11 km / 35 menit dari Apartemen ORS)

culturenesiacom

(Sumber : https://malesmandi.com/2015/05/10/piknik-ala-twilight-di-hutan-pinus-gunung-pancar/)

Para penggemar film Twilight pasti suka pergi ke hutan pinus yang jaraknya sangat dekat dengan Apartemen Olympic Residence Sentul ini. Dengan barisan pohon-pohon pinus tinggi yang membuat suasana damai dan tenteram, hutan pinus Gunung Pancar memang sedang populer dan menjadi salah satu tempat tujuan para wisatawan untuk mendapatkan foto yang instagrammable.

Memasuki hutan ini, wangi pohon pinus yang menenangkan dan membuat pikiran segar tentunya akan menghilangkan kepenatan setelah seminggu bekerja. Apalagi untuk menuju tempat ini, tidak begitu macet seperti jika mencari kesegaran hutan di daerah Puncak, Bogor. Untuk masuk ke lokasi wisata, biaya tiket masuknya pun juga relatif sangat murah. Dengan Rp 10.000,- saja, wisatawan sudah bebas mengelilingi hutan pinus sambil mengambil foto dan bersantai.

5. Pemandian Air Panas Gunung Pancar (12,3 km / 40 menit dari Apartemen ORS)

air panas

(Sumber : https://esteraprillia.com/2015/06/25/chill-out-sejenak-di-giritirta-sentul/)

Setelah lelah mengelilingi hutan pinus, wisatawan bisa mampir sejenak menuju Pemandian Air Panas Gunung Pancar yang jaraknya hanya beberapa menit dari Hutan Pinus. Air panas yang berasal dari pegunungan asli tentunya akan membuat otot-otot tubuh sangat relaks dan kembali siap untuk menghadapi tantangan aktifitas di esok hari.

Tempat bersantai yang jaraknya hanya sekitar 12,3 km atau 40 menit dari Apartemen Olympic Residence Sentul ini diunggulkan dengan lokasinya yang sangat strategis, dekat dengan kota Bogor dan Jakarta sehingga banyak sekali kaum urban yang mengunjunginya. Memasuki area pemandian, Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000,- rupiah saja, lalu bebas menghangatkan diri di kolam air panas.

Terdapat pula beberapa pilihan kolam pemandian air panas, yaitu kolam keluarga, kolam 3 rasa, dan kolam umum. Banyak sekali wisatawan yang sengaja datang ke sini karena percaya bahwa berendam air panas yang langsung berasal dari pegunungan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

6. Jungle Land (9,6 km / 30 menit dari Apartemen ORS)

jungle-land-3.jpg

(Sumber : http://www.trivindo.com/tempat-wisata/jungle-land-sentul-bogor.html)

Kalau tempat wisata yang satu ini, banyak orang sudah mengenal dan mengunjunginya. Jungle Land yang jaraknya hanya 9,6 km atau 30 menit dari Apartemen Olympic Residence Sentul ini memang merupakan taman hiburan berkelas internasional yang dipenuhi dengan puluhan arena permainan yang menyenangkan.

Pada hari kerja, Jungle Land beroperasi pada jam 10.00-17.00, sementara pada akhir pekan pengunjung dapat mulai memasuki area bermain semenjak pukul 09.00 dengan waktu tutup yang sama. Uniknya lagi, waktu saat wisatawan membeli tiket juga mempengaruhi harga tiket. Jika wisatawan datang di atas pukul 15.00, maka harga tiket didiskon 50% sehingga hanya sebesar Rp 100.000,- saja, dari yang seharusnya Rp 200.000,- jika masuk pada pukul 09.00-15.00.

7. Taman Budaya Sentul City ( 11,1 km / 25 menit dari Apartemen ORS)

tamanbudayasentul42-900x500.jpg

(Sumber : https://www.gogonesia.com/a44471083-wisata-budaya-taman-budaya-sentul)

Bagi para wisatawan yang menyukai kegiatan outdoor seperti flying fox, mengendarai ATV, trekking, camping, paintball, bermain trampolin, atau berkuda, Taman Budaya Sentul City dapat menjadi tujuan destinasi wisata selanjutnya. Anak-anak hingga orang dewasa dapat menikmati berbagai pengalaman aktifitas outdoor yang tentunya seru dan mendebarkan.

Untuk tiap aktifitas, dikenakan biaya yang berbeda-beda tergantung paket yang dipilih. Misalnya saja, terdapat paket senilai Rp 200.000,- yang sudah termasuk tujuh aktivitas outbond, giant swing, coffee break, makan siang, biaya instruktur, serta asuransi. Dengan jarak yang sangat dekat dari Apartemen Olympic Residence Sentul, tentunya berkunjung ke sini sangat menantang adrenalin sekaligus sambil menikmati alam.

Demikianlah 7 macam wisata alam sekitar Sentul yang jaraknya tidak jauh dari Apartemen Olympic Residence. Setelah melihat berbagai lokasi wisata yang bisa dikunjungi, tentunya tinggal di Apartemen Olympic Residence Semakin menggiurkan bukan? Mari cek lebih lanjut apa saja keuntungan-keuntungan lainnya jika Apartemen ini menjadi hunian tetap Anda melalui video di bawah ini.

Dengan harga mulai Rp 300 jutaan dan angsuran mulai dari Rp 2 juta per bulannya, Apartemen Olympic Residence Sentul sendiri menawarkan 4 pilihan unit apartemen, yaitu :

  • Studio (luas 22 m2)
  • 1 Bedroom (luas 33 m2)
  • 2 Bedroom (luas 39 m2)
  • 2 Bedroom Corner (luas 42 m2)

Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi (021) 2909 9206 atau isi form di sini.

#ORSBlogCompetition

Resensi Buku

Review Buku Happy Little Soul – Ibuk @retnohening

Judul Buku: Happy Little Soul – Belajar memahami anak dengan penuh cinta
Nama Pengarang : Retno Hening Palupi (@retnohening)
Nama Penerbit : GagasMedia
Ketebalan Buku : XIV + 202 halaman
Tahun Terbit : 2017
Nomor Edisi: ISBN 978-979-780-886-0

Akhirnya aku pun ikut membeli buku yang sedang populer ini. Buku yang kini di tanganku ini merupakan cetakan ke-6 di tahun yang sama dia terbit, tahun 2017. Penasaran dengan isinya, karena nantinya toh aku sendiri akan jadi seorang ibu.

diraliya.wordpress.com (1)

Tentu saja ketertarikan membeli buku ini berawal dari media sosial. Aku mengikuti apa-apa saja tingkah Kirana (putri Ibuk Retno Hening) semenjak sekitar setahun yang lalu dari instagram Ibuk @retnohening. Lucu, menggemaskan, dan cerdas! Di usianya yang baru 2 tahun, Kirana seperti bisa berkomunikasi dengan orang dewasa, percaya diri untuk bercerita, menari, menyanyi, pokoknya bikin gemas orang yang melihatnya.

Membeli buku tentang kisah-kisah Ibuk mengasuh Kirana, buatku adalah sesuatu yang membahagiakan. Dari cerita-cerita yang dituliskan Ibuk, kita diajak untuk bersama-sama mencoba memahami anak dengan penuh cinta dan kesabaran.

diraliya.wordpress.com (2)

Ibuk Retno Hening sendiri sebetulnya memiliki background sebagai seorang guru TK, sehingga ketika lahir Kirana, ia tentunya sudah memiliki pengetahuan sekaligus pengalaman untuk mengasuh anak. Dibalik keceriaan yang dibagikan sehari-hari melalui foto atau video yang menunjukkan tingkah lugu nan cerdas Kirana, ternyata Ibuk pun pernah mengalami keguguran sebelum Kirana lahir. Saat hamil pun, Ibuk tidak ditemani oleh suaminya yang harus kerja di luar negeri.

Salah satu poin penting yang aku dapatkan di buku ini adalah tentang bersabar ketika memiliki seorang anak yang selalu penasaran akan berbagai hal. Apalagi ketika anak masih belum bisa bicara, tentunya ia kesulitan untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Seringkali orang tua yang tidak sabar akan menganggap anak hanya bersuara sesuka hatinya, padahal jika lebih jeli, anak sebetulnya mengeluarkan suara untuk meminta sesuatu pada orang tuanya, baik itu makan, minum, atau sekedar perhatian.

diraliya.wordpress.com

Disinilah aku rasa peran Ibuk Retno Hening yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang tua lainnya. Ibuk memiliki kesabaran di atas rata-rata untuk berusaha keras selalu menanggapi dan mencoba mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Kirana. Mengutip dari halaman 35, “Sebisa mungkin saya harus paham apa maunya, meskipun terkadang emosi dan stres juga karena dia tetap menangis dan saya belum juga menemukan penyebabnya.” Walau begitu, kebiasaan untuk mencoba memahami apa yang Kirana inginkan membuatnya berkembang cepat, terutama di bagian kecerdasan linguistik.

Di buku Happy Little Soul ini ibuk juga berbagi mengenai kegiatan apa saja yang dapat dilakukan untuk bermain bersama anak. Misalnya pada usia 0-6 bulan, Ibuk terbiasa untuk menyambut Kirana yang baru bangun dengan perkataan-perkataan lembut dan semangat baru. Atau permainan-permainan yang diajarkan Ibuk pada Kirana usia 6-12 bulan, seperti membacakan buku bergambar tanpa tulisan, bermain karu bergambar, dan sebagainya.

Masih banyak lagi pelajaran parenting yang bisa diambil dari buku ini, untuk lebih lengkapnya, silakan baca sendiri ya. Buat yang penasaran bagaimana cara Ibuk mengasuh Kirana, mengajarkannya untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya, mengajarkannya bertanggung jawab untuk merapikan mainan yang sudah selesai dimainkan, semuanya lengkap ada di buku ini.

Terakhir, mengutip kata-kata dari Ibuk di buku ini :

Menjadi ibu adalah tentang jatuh cinta setiap hari kepada anak dan suami, tentang belajar bersabar tiada henti, dan tentang menguji keikhlasan yang dimiliki. Kita bisa menemukan kekuatan yang tak sangka dimiliki, dan melakukan segala sesuatu yang rasanya tak mungkin dikerjakan, tetapi akhirnya bisa dilalui

Blog Competition

6 Alternatif Wisata Religi Dekat Olympic Residence Sentul

Semua orang tentu menyukai aktivitas berwisata. Apalagi di era media sosial ini, seseorang yang sering memiliki mood yang buruk kerap dianggap karena kurang berwisata atau ‘kurang piknik’. Istilah tersebut mungkin memang benar. Dengan berwisata, pengetahuan akan bertambah, tubuh ikut bergerak, sambil menikmati waktu bersama dengan orang tersayang.

Salah satu trend wisata yang sedang populer adalah jenis wisata religi. Selain dapat melepas penat dan stres, kelebihan dari wisata religi adalah mampu meningkatkan spiritualitas orang yang menjalaninya, mengajarkan manusia untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta yang Maha Penyayang, dan berbagai keunggulan lainnya.

Bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang untuk menyewa apartemen di Olympic Residence Sentul, beberapa tempat ini jaraknya cukup dekat untuk berwisata religi dengan nyaman. Ingin tahu apa saja tempat wisata religi di sekitaran Olympic Residence Sentul? Simak 6 di antaranya berikut.

1. Potret Toleransi di Vihara Pan Kho Bio, Ada Mushalla di Dalam Vihara

pan kho

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/witaburman/)

Masjid atau mushalla merupakan tempat ibadah umat Muslim. Sementara Vihara merupakan tempat ibadah untuk ummat Buddha. Maka menjadi unik ketika ada Vihara dengan mushala di dalamnya. Keunikan Vihara Pan Kho Bio atau yang dikenal pula dengan nama Vihara Mahabrahma ini menjadi salah satu simbol bahwa berbeda-beda dalam hal keyakinan tidak mesti selalu berselisih dan memicu api pertengkaran.

Jika berangkat dari Apartemen Olympic Residence, Anda membutuhkan waktu kira-kira 25-30 menit dengan menaiki kendaraan bermotor. Vihara yang menunjukkan toleransi antar umat beragama ini tepatnya terletak di Jalan Roda, Kampung Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

kelen

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/re_flownell/)

Adanya mushalla di dalam vihara ini bukan sesuatu yang baru, namun sudah terjaga dari bertahun-tahun silam. Memang masyarakat yang tinggal di Kampung Pulo Geulis tersebut paham betul akan makna toleransi. Selain itu, vihara ini juga menyediakan tempat beribadah bagi umat Konghucu dan Tao, maka sering pula disebut dengan nama Kelenteng. Di dalam kelenteng yang merupakan salah satu kelenteng tertua di Bogor ini juga terdapat makam salah satu imam yang menyebarkan agama Islam di tanah Sunda.

2. Menapaki Masjid Paling Antik di Kota Bogor, Masjid Al-Mustofa

al mustofa

(Sumber gambar : http://hellobogor.com/wisata-sejarah-ke-masjid-tertua-di-kota-bogor/)

Masjid yang satu ini bisa dibilang merupakan salah satu masjid yang paling tua di kota Bogor. Sudah berdiri semenjak abad ke-17, tepatnya pada tahun 1728. Adalah seorang pemuka agama Islam bernama Tubagus Mustofa Bakri yang mendirikan masjid legendaris ini. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama masjid tersebut, sebagai bentuk kenangan terhadap jasanya memperjuangkan Islam di Bogor. Masjid Al-Mustofa berjarak sekitar 20-25 menit menggunakan kendaraan bermotor dari apartemen Olympic Residence Sentul.

masji

(Sumber gambar : http://hellobogor.com/wisata-sejarah-ke-masjid-tertua-di-kota-bogor/)

Walaupun umurnya kini sudah hampir 300 tahun, namun Masjid Al-Mustofa ini masih terlihat sangat kokoh dari dalamnya. Beberapa kali renovasi tidak menghilangkan ciri khas masjid ini. Tiang-tiang yang menahan kokohnya bangunan masjid dahulu terbuat dari kayu jati, dengan 9 goresan lambang Wali Songo. Setelah direnovasi, masjid yang tepatnya terletak di Jl. Ciremai Ujung Bantarjati Kaum ini masih berupaya tidak menghilangkan elemen struktur dan ornamen bangunan.

3. Menyusuri Megahnya Masjid Agung Harakatul Jannah

harak

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/ismailaldii/)

Menuju Masjid yang pasti sudah sangat familiar bagi Anda yang sering berwisata ke puncak ini, dari Apartemen Olympic Residence hanya memakan waktu 35-40 menit. Bangunan Masjid Agung Harakatul Jannah ini terlihat jelas di persimpangan Gadog sisi kanan, jika sedang melaju menuju gerbang tol Ciawi.

IMG_2023.JPG

(Sumber gambar : http://masjid-harakatuljannah.blogspot.co.id/)

Masjid Harakatul Jannah ini cukup unik karena bangunannya mirip dengan Taj Mahal di India. Terdapat satu buah kubah besar berbentuk bawang yang dikelilingi dengan 6 buah kubah yang lebih kecil. Keseluruhan kubah tersebut dibangun menggunakan material tembaga. Terletak tepatnya di Jalan Raya Puncak KM 71, Gadog, Masjid inI didirikan oleh H. Syahrul Effendi, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. Beliau mendirikan masjid ini menggunakan tabungan pribadinya yang sebelumnya diperuntukkan untuk umroh.

4. Temukan Kedamaian dan Semangat Baru di Masjid Agung Kota Bogor

masjid-agung-kota-bogor-_151005185132-481

(Sumber gambar : https://2dheart.wordpress.com/2010/04/11/masjid-agung-bogor/)

Terletak tepatnya di Jl. Dewi Sartika, Bogor, Masjid Agung Bogor dapat ditempuh dengan sekitar 20-30 menit dari Apartemen Olympic Residence Sentul. Dari kejauhan, warna masjid yang dicat hijau terlihat sangat menenangkan, sejuk, dan damai. Bangunan masjid berada di antara berbagai kios pedagang, karena memang masjid ini dibangun di tengah Pasar Anyar, atau kini terkenal dengan nama Pasar Kebon Kembang.

masjid-bogor-21

(Sumber gambar : https://2dheart.wordpress.com/2010/04/11/masjid-agung-bogor/)

Sudah didirikan semenjak tahun 1987, masjid ini memiliki luas tak kurang dari 4000 meter persegi. Pohon-pohon di pelataran masjid pun menambah kesan hijau segar yang menumbuhkan semangat baru. Kerap jamaah mencari tempat berteduh dengan duduk di bawah pohon-pohon yang ditanam di sekitar masjid.

5. Masjid Raya Bogor, Indah dengan Guratan Kaligrafi Detail nan Menawan

raya

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/masjidguide/)

Masjid sebagai ‘rumah Tuhan’ dan tempat beribadah memang layak untuk diagungkan, salah satunya dengan cara mendirikannya sebaik mungkin. Masjid Raya Bogor merupakan salah satu masjid yang dekat dengan Apartemen Olympic Residence Sentul dengan keindahan desain interior tiada tara. Menghadap ke kiblat, Anda akan disajikan kaligrafi yang mengagungkan nama-nama Allah dalam Asma’ul Husna. Kaligrafi ini sangat detail dan indah, membuat siapapun yang memandang akan mendapatkan energi spiritualitas tersendiri.

mas

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/padityar/)

Bangunan Masjid Raya Bogor berdiri di atas lahan yang luasnya 4.057 meter persegi. Sempat menuai pro dan kontra saat dibangun, kini masjid yang berhasil dibangun atas donasi dari gaji PNS ini bisa tegak berdiri hingga kini. Letaknya di Jl. Pajajaran, Bogor Timur, atau sekitar 16-25 menit dari Olympic Residence Sentul. Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga berfungsi sebagai Islamic Centre, tempat para jamaahnya mengkaji ilmu agama.

6. Masjid Berwarna Sedamai Warna Laut, Masjid Jami biru At-Tohirin

 

masjid-biru_20160615_094648

(Sumber gambar : TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana)

Melewati jalan Raya Bogor-Sukabumi, masjid Jami Biru At-Thohir sudah terlihat dengan menara tingginya. Terletak di kaki Gunung Salak, masjid ini oleh warga sekitar mendapat sebutan ‘Masjid Biru SBY’, karena memang diprakarsai pembangunannya oleh mantan presiden Indonesia tersebut. Masjid Biru ini melengkapi daftar wisata religi dekat Apartemen Olympic Residence Sentul.

biru

(Sumber gambar : https://www.instagram.com/addie.koto.noor/)

Dengan warna biru laut yang menenangkan, masjid Jami Biru At-Thohir ini memang mengadipsi gaya arsitektur masjid Maroko. Dengan luas lahan 1,5 hektar, lantai masjid ini terbuat dari marmer berkilau. Terdapat dua lantai dengan bagian atas yang melingkari bangunan. Berkendara sekitar 40 menit dari Apartemen Olympic Residence Sentul, Anda sudah bisa menikmati wisata religi di Masjid Biru ini.

Baca juga : 3 Cafe Paling Pas Untuk Bersantai Saat Weekend

Demikianlah 6 lokasi wisata religi yang dapat dikunjungi jika tinggal di Apartemen Olympic Residence. Terbukti memang Apartemen Olympic Residence ini merupakan apartemen yang lokasinya cukup strategis, bahkan untuk berwisata religi. Kawasan apartemen juga memiliki prospek cukup baik dan diperkirakan dapat berkembang produktif di masa depan.

Apalagi, apartemen ini hanya ‘selangkah’ dari Gerbang Tol Sirkuit Sentul, sehingga akan memudahkan Anda untuk berpergian menuju lokasi-lokasi wisata religi di atas. Penggunaan LRT atau bus pun dimungkinkan jika ingin menggunakan kendaraan umum yang nyaman.

Tak perlu khawatir pula tentang harga, Apartemen Olympic Residence sangat terjangkau mulai dari para pengantin baru hingga yang sudah berkeluarga cukup lama. Misalnya saja, tersedia unit Studio yang dapat dicicil mulai dari 2 jutaan per bulannya.

Penasaran ingin tahu lebih lanjut mengenai Apartemen Olympic Residence? Cek websitenya di tautan ini, atau hubungi nomor teleponnya di (021)29099206.

#ORSBlogCompetition

Blog Competition

7 Alasan Untuk Tinggal di Apartemen Olympic Residence Sentul

Sebagai seorang yang sedang menapaki usia 20 tahunan, tentunya ada keinginan untuk menjalani hidup secara mandiri, misalnya dengan tinggal di apartemen pribadi. Walaupun begitu, tentunya di usia ini pastinya seseorang sedang giat-giatnya bekerja. Apalagi yang mengejar rezeki hingga ke ibukota, mencari tempat tinggal yang nyaman bisa menjadi sesuatu yang tricky. Rumah tidak banyak lagi dijual di Jakarta. Tinggal di daerah sekitar Jakarta tentunya memiliki kekurangan tersendiri, seperti tantangan macet ketika pulang kerja, atau polusi yang tak ada habisnya.

17052016094315

(Sumber gambar : http://www.olympic-development.com/)

Jujur saja, setiap warga Jakarta selalu mengidamkan tempat yang asri, hijau, nan nyaman untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Jika tidak percaya, coba sesekali mampir ke kota Bogor ketika akhir pekan. Kebanyakan, tempat rekreasi dipenuhi dengan mobil-mobil berplat awalan B. Kentara sekali bahwa para pekerja di Jakarta membutuhkan udara segar untuk mengimbangi hari-hari kerja yang melelahkan.

Bagaimana jika ternyata kita tidak perlu lagi menunggu akhir pekan untuk mendapatkan udara segar bebas polusi? Bagaimana jika setiap hari bisa pulang ke tempat dengan pemandangan hijau yang letaknya hanya sekitar 30 menit dari Jakarta? Ah, tidak mungkin! Eits, tapi tunggu dulu. Tempat ajaib itu benar-benar ada. Tempat itu bernama :

Apartemen Olympic Residence Sentul

Secara singkat, profil apartemen yang terletak tepatnya di Sentul ini dapat dilihat dalam video berdurasi 2 menit ini.

Masih kurang yakin apartemen Olympic Residence Sentul ini adalah tempat hunian sempurna untuk Anda yang bekerja di sekitar Jabodetabek? Simak dahulu 7 alasan yang bisa membuat Anda buru-buru ingin menyewa satu space di apartemen ini.

1.Udara Segar Siap Mengisi Paru-Paru di Pagi Hari

ors pemandangan

Jika melihat video sebelumnya di atas, pasti Anda sudah bisa membayangkan bangun pagi dengan sambutan cahaya hangat sunrise di tengah hijaunya pepohonan di bukit tempat apartemen ini berdiri. Wajar saja suasananya asri, karena memang paling tidak 60% dari seluruh total area apartemen ini digunakan untuk penghijauan. Paling tidak 6000 meter persegi tertutup dengan daun hijau segar.

Waktu bangun tidur adalah waktu terpenting yang sangat menentukan produktivitas seseorang. Bangun dengan menghirup udara segar, tentunya ada lebih banyak oksigen yang masuk ke dalam otak. Asupan oksigen yang terpenuhi membuat pikiran lebih segar dan lebih siap menghadapi tantangan-tantangan pekerjaan.

2. Lari Pagi di Jogging Track, Dijamin Gaya Hidup Sehat Terpenuhi

ors forest

Tahukah Anda bahwa penderita obesitas di Indonesia ternyata cukup banyak jumlahnya? Mengutip dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2016, sebanyak 35% perempuan Indonesia menderita obesitas. Penyebabnya tentu pola hidup yang kurang sehat. Banyak bekerja, sedikit berolahraga, hingga pola makan yang salah.

Adanya fasilitas forest walk atau jogging track di Apartemen Olympic Residence Sentul ini memungkinkan Anda untuk memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat. Jogging tidak lagi memerlukan investasi waktu untuk pergi ke taman hijau yang jumlahnya kian jarang, apalagi jika berdomisili di Jakarta. Apalagi, sambil berlarian kecil, semakin banyak udara segar minim polusi yang dapat dihirup dan baik untuk kesehatan tubuh.

3. Pagi Lebih Sempurna dengan Sajian Kopi dari Barista di Coffe Shop Apartemen

ors coffee

Sebelum berangkat ke kantor, salah satu rutinitas wajib para pekerja teladan adalah menikmati secangkir kopi panas untuk meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Tinggal di Apartemen Olympic Residence Sentul, Anda tinggal duduk santai menunggu barista di coffee shop yang ada di dalam apartemen ini untuk menyediakan kopi terbaik di pagi hari. Selamat tinggal waktu yang terbuang untuk menyeduh kopi sendiri.

4. Akses ke Fitness Center di Dalam Apartemen, Bentuk Tubuh Siap Tetap Terjaga

ors fitness

Tidak ada lagi alasan untuk malas pergi ke tempat pusat kebugaran, karena jika tinggal di Apartemen Olympic Residence Sentul, fasilitas fitness center selalu siap memenuhi kebutuhan Anda untuk mengeluarkan keringat demi membentuk postur tubuh paling ideal. Ingin badan seperti Gal Gadot sang Wonder Woman atau bak pemain bola Christiano Ronaldo? Fasilitas di apartemen ini siap mewujudkannya.

5. Masih Bisa Lebih Segar Lagi dengan Adanya Infinity Pool

ors infinity pool

Bukan sekedar kolam renang biasa yang biasanya dikelilingi dengan tingginya bangunan apartemen. Kolam renang yang ada di Olympic Residence Sentul termasuk dalam kategori Infinity Pool. Meluncur ke salah satu sisinya, Anda akan terpesona dengan indahnya pemandangan dari atas bukit. Pegunungan yang asri serta daun hijau yang menenangkan jadi unggulan infinity pool di apartemen ini.

6. Tak Perlu Lagi Berhenti di Jalan Untuk Membeli Kebutuhan Sehari-hari, Semua Tersedia di Convenience Store Apartemen

ors convenience

Sering merasa malas untuk sekedar mampir ke minimarket demi membeli kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi, minuman segar, atau snack ringan? Apartemen Olympic Residence menjawab masalah ini dengan adanya Convenience Store di dalam apartemen. Tak perlu lagi membuang tenaga terlalu banyak, semua kebutuhan harian Anda tersedia lengkap di sini.

7. Mengaku Shopaholic? Olympic Residence Siap Memenuhi Hasrat Berbelanja Anda

ors commer

Tidak hanya convenience store, di lantai dasar apartemen juga dibangun commercial area, tempat yang dipenuhi dengan gerai-gerai elegan untuk berbelanja. Mengaku deh, Anda yang wanita pasti makin ingin tinggal di sini bukan? Para pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya juga bisa sekaligus membuka gerai di commercial area ini.

Demikianlah 7 alasan untuk tinggal di Apartemen Olympic Residence Sentul. Dengan fasilitas selengkap ini dan lokasi yang strategis, yakin Anda masih mencari apartemen lain?

Yuk mari cari tahu info lebih lengkap, sebelum apartemen ini full-booked dan Anda harus menunggu lama lagi demi mendapatkan tempat. Hubungi (021) 2909 9206 atau isi form Kontak Apartemen ORS. 

(Ditulis untuk mengikuti kompetisi Blog 1-30 Juni oleh Apartemen Olympic Residence Sentul) #ORSBlogCompetition

Resensi Buku

Review Filosofi Kopi – Dee (Baca di iJakarta)

Judul buku : Filosofi Kopi, Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade (1995-2005)

Nama Pengarang : Dee Lestari

Nama Penerbit : Penerbit Bentang

Ketebalan Buku : 142 halaman

Tahun Terbit : 2012

Nomor Edisi : ISBN 978-602-8811-61-3

Sebetulnya sudah pernah membaca buku ini, namun ternyata membaca ulang memberikan kebahagiaan tersendiri, karena karya-karya Dee selalu bisa dinikmati berulang-ulang dengan pemaknaan yang berbeda. Kali ini saya akan review membaca kumpulan-kumpulan cerita pendek namun padat yang dikarang oleh Dee Lestari sepanjang perjalanan karir menulisnya selama satu dekade.

Review

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini saya membaca Filosofi Kopi di tablet, menggunakan aplikasi iJakarta. Aplikasi ini merupakan salah satu andalan saya untuk membaca buku-buku berkualitas. Seperti layaknya perpustakaan, kita bisa meminjam buku selama 3 hari untuk dibaca dalam bentuk e-book. Setelah 3 hari, buku akan otomatis kembali ke arsip iJakarta. Jika ada orang lain yang mengantri, biasanya buku akan langsung tidak tersedia (apalagi jika buku tersebut favorit banyak orang). Namun jika belum ada orang yang ingin membacanya lagi, kita bisa juga langsung meminjam kembali kalau belum selesai baca bukunya. Akhir-akhir ini pembaca juga lebih dimudahkan dengan adanya sistem donasi pada iJak, sehingga kita bisa mendonasikan pundi rupiah untuk membaca buku-buku yang diinginkan namun belum tersedia.

Lengkapnya pengalaman saya membaca di iJak bisa dilihat di sini.

Kembali ke review Filosofi Kopi.

Seperti namanya, memang cerita yang paling ditonjolkan di buku ini adalah Cerpen Filosofi Kopi. Berkisah mengenai jatuh bangun dua sahabat, Ben dan Jodi, yang membuka sebuah kedai kopi. Uniknya, Ben, sang barista, selalu berusaha mengajak para pelanggan di kedai kopi tersebut untuk mengobrol. Ben akan menjelaskan makna-mana kopi yang diminum para pelanggan. Seperti misalnya untuk kopi Cappucino, yang membutuhkan standar penampilan tinggi dan harus terlihat seindah mungkin, agar penikmatnya bisa merasakan nikmatnya dunia ketika menyesapnya.

Warung Filosofi Kopi milik Ben dan Jodi pun kian hari kian ramai oleh pengunjung. Kemudian, suatu hari datanglah seorang pelanggan yang menantang Ben untuk membuat kopi paling enak di dunia. Jika mampu, Ben akan diberikan hadiah uang tunai yang dapat digunakan untuk mengembangkan warung kopi tersebut. Berkutatlah Ben di dalam warung kopi tersebut untuk mengukur takaran paling pas untuk kopi yang paling enak di dunia.

Berhasilkah Ben membuat kopi paling enak yang pernah ada di dunia? Apa sebetulnya makna kopi yang paling enak di dunia? Cari tahu dengan membaca sendiri ya 🙂

Yang saya suka dari buku ini adalah betapa penggambaran-penggambaran yang diceritakan oleh Dee begitu padat berisi, namun tidak sulit dicerna. Alur cerita pun relatif cepat dan tidak bertele-tele. Seperti kata Goenawan Mohamad dalam kata pengantarnya, “Ritme itu tak mendayu-dayu. Juga tidak ruwet, bahkan rapi.” Tak hanya cerpen, di beberapa sub-bagian buku ini, juga ditampilkan beberapa prosa seperti Salju Gurun (1998), Kunci Hati (1998), Jembatan Zaman (1998), Kuda Liar (1998), Cuaca (1998), Lilin Merah (1998), Spasi (1998), dan Cetak Biru (1998).

Berhubung saya sudah cukup sering membaca di iJak, saya akan review juga untuk bagian desain e-booknya. Yang saya suka dari e-book Filosopi Kopi ini adalah adanya bookmark yang memudahkan saya untuk menuju langsung ke halaman yang ingin saya baca. Berbeda dari buku-buku lainnya yang saya pinjam di iJak yang biasanya merupakan hasil scan dari buku aslinya, sepertinya ebook ini didesain khusus sehingga untuk berpindah ke halaman selanjutnya, saya harus men-swap (menggeser) halamannya, sehingga cukup memakan waktu lama. Akan lebih memudahkan pembaca jika desain ebooknya seperti kebanyakan buku lainnya, sehingga pembaca bisa langsung scroll ke bawah dengan mudah dan membaca dengan lancar.

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati juga membaca versi e-book Filosofi Kopi ini di iJakarta. Semoga kedepannya semakin banyak inovasi yang dilakukan iJak untuk lebih memudahkan pembacanya~

#iJakFilkop

Tak Berkategori

Home As A #HelpfulPlace (ACE Writing Project)

Kegiatanku sebagai freelancer penulis lepas membuatku diharuskan betah berlama-lama di rumah. Rumah harus bisa membuatku nyaman dan memberikan energi sehingga aku tidak jenuh di rumah. Rumah sekaligus kantorku ini akan lebih baik jika selalu rapi dan bersih, karena dengan begitu aku akan lebih produktif mengerjakan berbagai hal.

Sudah setahun di rumah bersama adik-adik dan ayahku (ibuku wafat sekitar 3 tahun lalu), membuatku sadar ternyata rumah yang nyaman itu tidak bisa didapatkan tanpa usaha. Paling tidak harus dibersihkan setiap hari sehingga debu tidak menumpuk dan menjadi sumber berbagai penyakit. Apalagi dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi debu. Apalagi tinggal di kota dimana debu setiap hari berlomba-lomba memasuki rumah.

Aku masih ingat sewaktu pertama kali kembali ke rumah setelah 4 tahun lebih merantau untuk kuliah. Rumah tanpa sentuhan seorang ibu memang luar biasa. Luar biasa seperti kapal pecah 🙂 Aku bisa lihat debu setebal setengah cm menempel di bagian kusen jendela yang tidak pernah tersentuh kemoceng. Bahkan akhirnya jendela pun tidak pernah dibuka bertahun-tahun. Punya adik perempuan usia SMP pun tidak membantu karena belum mengerti pentingnya rumah yang bersih dan rapi.

Akhirnya aku sendiri lah yang harus merombak semua yang ada di rumah sehingga bisa terlihat sedikit lebih mirip dengan tempat tinggal. Aku bersihkan debu di jendela, untuk bisa dibuka setiap hari. Rumah ini, secara keseluruhan adalah rancangan almarhumah ibundaku. Setiap ruangannya diatur sehingga memiliki tempat cahaya masuk, terutama yang menghadap ke depan rumah. Cahaya yang kini bisa masuk ke dalam rumah setiap hari tanpa adanya debu di kusen jendelanya membuat rumahku menjadi #HelpfulPlace yang lebih terang dan lebih memberikan semangat untuk menulis.

Aku juga yang memutuskan untuk mengecat tembok yang sudah lebih dari 10 tahun belum dicat ulang. Seperti apa tembok yang 10 tahun belum dicat ulang? Sudah bercampur dengan jejak kotoran, bercak-bercak hitam, warnanya pudar di banyak tempat, dan tidak nyaman lagi dilihat. Seperti yang kubilang di awal, untuk mendapatkan kenyamanan ada usaha yang harus diberikan.

Karena bekerja sebagai freelancer waktunya sangat fleksibel, aku sendiri juga yang akhirnya mengecat rumah, dimulai dari kamarku dan kamar adikku. Aku yang seorang wanita ini saat itu sama sekali tidak paham bagaimana caranya mengecat (hey, aku wanita!), namun dengan mencoba akhirnya berhasil juga. Kelelahan karena mengecat terbayarkan dengan semangat baru karena rumah yang terlihat lebih nyaman. Bertambah lagi nilai rumah sebagai #HelpfulPlace tempatku berdiam setiap hari untuk bekerja menulis dan melakukan berbagai pekerjaan rumah.

Saat ini, walaupun menurutku sudah lebih baik, namun masih perlu usaha lebih untuk membuat rumahku lebih nyaman lagi. Masih ada achievement yang belum tercapai untuk membuat rumah lebih nyaman : merapikan bagian pekarangan kecil di depan rumah. Jadi sebetulnya rumahku ini dari dalam sudah oke, namun dari luar masih terlihat seperti rumah tak terurus. Hehehe. Alangkah senangnya jika bisa mendapatkan berbagai produk ACE Hardware untuk menata depan rumahku sehingga bisa lebih nyaman lagi sebagai #HelpfulPlace. Sering sekali aku mampir ke ACE Hardware dan menemukan berbagai barang unik yang rasanya membuat uang di dompet rela bertukar untuk membawa barang-barang tersebut pulang menjadikan rumah sebagai sebuah #HelpfulPlace.

Tak Berkategori

My Experience Using iJakarta Apps

Here I present you my experience using iJakarta apps along this year.

For those who really loves to read and dreams of an online library with a lot of good books and literature this app would be suitable to download on your smartphone or tablet. Yes, it is iJakarta. With their vision ‘Reading Becomes Easier’ this is an excellent app where I can find my favorite books from favorite authors. From Ahmad Tohari, N.H. Dini, Okky Madasari, Ayu Utami, Agustinus Wibowo, Jostein Gaarder, you name it.

I think that this is a great chance for us as we know the amount of book reader in Indonesia is reduced day by day. A study also showed that an average Indonesian can’t even finish a book on one year. A book sometimes feels too hard to be finished, morover if the book is quite thick and we are too lazy to bring it so they got ignored on the corner of our bookshelf. For the sake of a display book. Plus in this time we tend to be more happy to spend our money to buy something else rather than buying a book that we think quite expensive.

In iJakarta, you can register with no payment, and freely borrowing any available books that is already on their collection. I already borrowed dozens of book, here are some of them that I really loved to read :

diraliya-wordpress-com

In my opinion, the collection is quite good for a free read. It is as easy as opening the apps with one touch, searching for the book, see if it is available or not (if many people are interested with the book, you must queue first before you can read), download the file if the book is available, and enjoy your book with a cup of coffee or tea in your free time.

You can see the collection is really variative (although I only read novel and something in my interest), they got religion book, nature, books for children, antique collection, architecture, language, gardening, biography, business, textbook for students, short story, fiction, phylosophy, photography, law, politics, interior design, family books, magazine, cooking book, music, non-fiction, etc.

However, I do not know if this is happening for anyone else too, but in my smartphone, when I finished read like 10-20 books, the apps gets heavy for my internal memory card. So I need to erase the apps first for later I download again so the memory is not too big. Sometimes they also got the book, but with no copy so it is not available. I haven’t figure out why but perhaps someone should donate first so the book will be available there. Actually I want to donate later if I got a job and salary (lol), because I think this app is really helping those who wants to get easy access to a lot of books.

I wish there will be more books to be available in iJakarta and also more people can donate so the book that is not available yet can later be useful for everyone who are always hungry to read something.